Hidup itu adalah pilihan,
Mau pilih tetap hidup dan terus bertahan atau mengakhir semuanya dengan jalan yang singkat (mati). Kita gak bisa bilang pribadi yang mengakhiri hidupnya itu pengecut karena ia terlalu takut untuk menjalani hidup. Tapi mungkin memang itu adalah pilihan hidupnya dengan cara untuk tidak melanjutkan hidupUntuk memilih jalan ataupun tidak saja tanpa kita sadari itu adalah merupakan suatu pilihan. Seperti halnya dalam pemilihan umum bahwa untuk kaum dengan pilihan golongan putih (tidak memilih), itu merupakan suatu bentuk pilihan. “PILIHAN UNTUK TIDAK MEMILIH”.
Namun tetap diingat,bahwa setiap pilihan itu pasti memiliki resikonya masing-masing. Mulai kita dilahirkan didunia ini sampai akhirnya kita kembali kedunia asal kita kelak (mati), tuhan sudah memberikan pilihan kepada kita dan kita lah yang menentukan kearah mana kita akan melanjutkan hidup. Tuhan hanya memberikan jalan, apakah kekanan atau kekiri dan selanjutnya kita lah yang akan memilih. Tuhan tidak mengatur segala apa yang kita pilih. Tuhan hanya akan memberikan resiko dari setiap pilihan kita. Tuhan telah memberikan kita akal/ pikiran, budi pekerti, rasa kagum terhadap sesuatu, rasa homat dan lain sebagainya sebagai bekal kita untuk menentukan mana yang benar dan mana yang buruk yang dimaksudkan agar kita tidak memilih jalan yang salah.
Pada setiap pilihan yang ada pastilah akan memiliki resiko atau dampak dari tindakan yang kita ambil. Efek, dampak maupun resiko itu tidak serta merta pasti berakhir buruk. Ada kalanya berdampak baik bagi kita, dan ada kalanya juga berdampak yang tidak menyenangkan. Namun selalu ingat, bahwa apa yang kita pilih itu ibarat suatu penelitian di laboratorium, yang bisa berhasil dan bisa juga gagal. Hasil penelitian yang berhasil atau gagal tetaplah dianggap sebagai hasil dari suatu penelitian tersebut. Hasil penelitian tadi akan dijadikan bahan pembelajaran dan bahan pertimbangan bagi peneliti-peneliti yang selanjutnya.
Pada suatu pilihan dan berakhir dengan tidak menyenangkan itu bukan berarti kita gagal. Saat kita gagal bukan berarti kita dikatakan sudah kalah, kita kalah saat kita sudah berhenti berusaha (menyerah), walaupun menyerah atau putus asa itu adalah termasuk pilihan juga. Gagal adalah saat kita terjatuh pada lubang dengan kondisi yang sama. Hal tersebut berarti kita tidak pernah belajar dari apa yang telah terjadi. Belajarlahlah dari setiap kegagalan, karena kita tidak akan belajar dari keberhasilan. Jadikan pengalaman gagal sebagai pedoman untuk memilih jalan yang selanjutnya.
Kendati itu semua adalah pilihan, namun tetap diingat bahwasannya pilihan yang baik adalah yang akan membawa kita menuju kearah “KESUKSESAN”, yang memberikan kita ketenangan baik lahir maupun batin dan yang pasti tidak merugikan orang lain. Jadi pilihlah jalan anda, meski itu sulit. Pilihlah jalan anda, meski itu butuh banyak pengorbanan. Pastikan anda tetap ikhlas pada setiap resiko yang didapat. Sesungguhnya kenyataan akan selalu lebih pahit dari kelihatannya karena “HIDUP ADALAH APA YANG KITA JALANI BUKAN APA YANG KITA BAYANGKAN”.
i n d e r a.




0 penyimak:
Posting Komentar